Jumat, 30 Januari 2026, Januari 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-04T07:07:51Z
DaerahEventTrending

Menyolatkan Orang Yang Sholat : Hikmah Isra Mi’raj di Masjid Jamik Al Furqon Sukarami

Ustadz Imron Supiryadi, saat memberi Ceramah di Masjid Al Furqon Sungai Rotan



MUARA ENIM | Ci, Masjid Jamik Al Furqon, Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, dipadati jamaah pada Jumat (31/1/2026) dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh perenungan, mengajak umat untuk kembali memaknai sholat sebagai jalan mengenal Allah SWT.


Acara diawali sambutan Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Daerah (BKMD) Masjid Al Furqon, Musaddad. Ia mengajak seluruh jamaah agar menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana mengambil hikmah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.


“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, mari kita simak dengan sungguh-sungguh seluruh materi yang disampaikan penceramah, agar memberi pelajaran berharga dan mendorong kita untuk terus memakmurkan masjid,” ujarnya.


Tausiyah utama disampaikan oleh Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muara Enim sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. 


Dalam ceramahnya yang bertema “Menyolatkan Orang yang Sholat”, Ustadz Imron mengajak jamaah untuk jujur bercermin terhadap kualitas sholat yang selama ini dijalani.


Ia menjelaskan, banyak orang rajin sholat, rajin dzikir, bahkan tekun menjalankan sholat sunnah, namun masih terjebak dalam perbuatan keji dan mungkar. “Itu karena sholat kita sering kali baru sebatas fisik. Ruh kita belum benar-benar ikut sholat,” jelasnya.


Menurutnya, sholat sejatinya adalah pencegah kemungkaran. Jika sholat belum mampu mencegah perilaku buruk, maka yang perlu dibenahi bukan frekuensinya semata, tetapi kehadiran ruh dalam sholat tersebut. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, jamaah diajak untuk menyolatkan ruh, bukan hanya menggerakkan badan.


Dalam ceramahnya, Ustadz Imron juga menjawab pertanyaan mendasar mengapa sebagian orang malas sholat. “Karena kita belum benar-benar mengenal Allah,” tegasnya. Untuk mengenal Allah, seseorang harus terlebih dahulu mengenal dirinya sendiri.


Ia mengutip perkataan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin: “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” — siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.


Dengan gaya bahasa sederhana, Ustadz Imron mengajak jamaah merenungi proses paling dekat dalam kehidupan manusia. 


“Ketika kita buang air besar, setelah itu kita merasa lega. Siapa yang mendatangkan rasa lega itu? Siapa yang mengatur makanan menjadi energi, vitamin, dan akhirnya menjadi sampah dalam tubuh kita?” tanyanya kepada jamaah.


Semua proses tersebut, lanjutnya, berjalan dengan sangat rapi dan teratur atas kehendak Allah SWT. Kesadaran inilah yang seharusnya melahirkan rasa tunduk, syukur, dan kepatuhan kepada Allah, yang diwujudkan melalui sholat yang hidup dan penuh kesadaran sebagai hamba. 


“Kita tunduk kepada Allah, bukan tunduk pada jabatan, harta, atau menjadi budak materi,” pesannya.


Acara semakin semarak dengan penampilan Ustadzah Mentari, qariah terbaik yang mewakili Sumatera Selatan dalam ajang MTQ cabang tilawah dewasa. 


Selain itu, tampil pula da’i cilik Pondok Pesantren Laa Roiba, Kais Saputra, yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj dengan gaya lugas dan menyentuh.

Peringatan Isra Mi’raj ini diikuti oleh jamaah Masjid Jamik Al Furqon, majelis taklim dari desa sekitar Sukarami, serta berbagai unsur masyarakat. 


Hadir pula AIPTU Dian Putra, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Sukarami, jajaran Polsek Sungai Rotan, perwakilan pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, serta tokoh adat setempat.


Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan umat tidak hanya mengenang perjalanan agung Rasulullah SAW, tetapi mampu menghidupkan sholat sebagai sarana penyucian ruh, penguatan iman, dan pembentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.**


TEKS / FOTO : TIM MEDIA PP LAA ROIBA

Tag Terpopuler