
Kais Saputra, tampil di Isra dan Mi'raj di Masjid Al Kautsar Gunung Megang
Muaraenim | Ci, Penampilan Kais Saputra, seorang da’i cilik dari Pondok Pesantren Laa Roiba Muara Enim menjadi daya tarik tersendiri dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Kautsar, Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Jumat (30/1/2026).
Dengan bahasa sederhana namun penuh penghayatan, da’i cilik tersebut berhasil memukau jamaah yang memadati masjid sejak pagi.
Da’i cilik bernama Kais Saputra itu menyampaikan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj dengan tutur yang lugas dan mudah dipahami. Penyampaiannya yang polos namun sarat makna membuat jamaah, baik orang tua maupun anak-anak, menyimak dengan penuh perhatian.
Kais Saputra, saat tampil di acara Isrp' Mi'roj di Masjid Al-Kautsar Gunung Megang, Jumat 30 Januari 2006Peringatan Isra Mi’raj tahun ini berlangsung khidmat dan dirangkai dengan kegiatan ruwahan, sebagai bentuk doa bersama untuk para arwah orang tua, pendahulu, dan para guru. Sejak awal acara, suasana religius terasa kuat, mencerminkan semangat kebersamaan jamaah dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Kepala Desa Gunung Megang Luar, Parpawi, dalam sambutannya mengajak jamaah menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak hanya menjadikan Isra Mi’raj sebagai peringatan seremonial, tetapi benar-benar mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.
“Isra Mi’raj harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki kualitas iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Masjid Al Kautsar, Haryadi. Menurutnya, ruwahan yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi sarana mendoakan para pendahulu agar seluruh amal ibadahnya diterima sebagai amal jariyah di sisi Allah SWT. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan spiritual jamaah menjelang Ramadhan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap jamaah semakin termotivasi untuk memakmurkan masjid, baik dengan ibadah rutin maupun kegiatan keagamaan lainnya,” kata Haryadi.
Selain penampilan da’i cilik, puncak acara juga diisi tausiyah oleh Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muara Enim sekaligus dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Dalam ceramah bertema “Menyolatkan Orang yang Sholat”, ia mengajak jamaah untuk melakukan refleksi mendalam terhadap kualitas sholat yang dijalankan selama ini.
Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muara Enim sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Dalam ceramahnya yang bertema “Menyolatkan Orang yang Sholat”Ustadz Imron menegaskan bahwa sholat seharusnya mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jika sholat belum memberi dampak pada perilaku, menurutnya, berarti sholat masih sebatas gerakan fisik dan belum melibatkan kesadaran ruhani secara utuh.
“Ketika ruh ikut sholat, seseorang akan sadar sebagai hamba dan tunduk sepenuhnya kepada Allah, bukan kepada jabatan atau harta,” tegasnya.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan tim hadrah Majelis Taklim Masjid Al Kautsar yang terdiri dari ibu-ibu jamaah. Peringatan Isra Mi’raj ini diikuti oleh jamaah masjid, majelis taklim dari desa-desa sekitar Gunung Megang, serta unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Pemerintah Kecamatan Gunung Megang, dan perangkat desa setempat.
Melalui peringatan ini, jamaah diharapkan tidak hanya memahami Isra Mi’raj sebagai peristiwa sejarah, tetapi mampu mengamalkan pesan utamanya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan menjadikan sholat sebagai sarana pembentukan akhlak dan kedekatan diri kepada Allah SWT.**
TEKS/FOTO : TIM MEDIA PP LAA ROIBA
%20(1000%20x%20199%20piksel)_20250405_192603_0000.png)